Kamis, 25 Juli 2013

Kemarau Basah - Studi Palamarta

Kemarau Basah

Penindasan air terhadap api membuat musim kehilangan jati dirinya
Menyembunyikan keperkasaan matahari, merobohkan keyakinan manusia
Bumi yang iba terus berputar berusaha membujuk bulan
Menenangkan petir menghapus jejak hujan
Dikedipkannya sinar bintang untuk merayu matahari, sembari terus mengitarinya
Diaturlah siasat membungkam mulut guntur dengan sedikit tarian pelangi
Percikan cahayanya melukis langit melahirkan aurora
Matahari yang nanar pertanda kemarau kembali menjadi putri
“Aku berjanji akan selalu menghangatkan permukaanmu”, tutur api kepada laut
Angin yang terharu menyaksikannya bergegas mengirim awan menemui api
Segeralah awan berlari menuju api, menerobos pelangi yang tersesat
Di tengah kabut awan terus berjalan
Hingga terurai air matanya tak kuasa menahan hangatnya permukaan laut
Berganti haluan mengkhianati titah angin


26 Juli 2013
Antologi puisi: Sajak Tanpa Kata
https://www.facebook.com/notes/niamul-chasib/kemarau-basah/1392152654341185

Tidak ada komentar:

Posting Komentar